7 Kebiasaan Gamers Indonesia yang Bikin Sulit Berkembang - Ngeneki.com

7 Kebiasaan Gamers Indonesia yang Bikin Sulit Berkembang

Tourname eSports
Game saat ini bisa dibilang sudah menjadi santapan dan hiburan di berbagai penjuru dunia. Di era saat ini industri game juga semakin berkembang termasuk di dalam negeri. Banyak sekali game para atlet eSports yang bermunculan dari tahun ke tahun.

Belakangan ini nama eSports juga naik lagi karena game Android seperti Mobile Legends, PUBG, dan Lineage2 sangat digemari masyarakat dalam negeri. Sayangnya dari terangkatnya game tersebut juga bermunculan pemain-pemain yang menambah citra game Indonesia sedikit buruk.

Semakin banyak pemain, semakin banyak juga kecurangan yang terjadi dan bikin Indonesia agak sulit maju ke kancah Internasional. Berikut ini adalah 7 kebiasaan Gamers yang bikin sulit berkembang.

Kebiasaan Gamers yang Bikin Sulit Berkembang


1. Menggunakan program ilegal

Yang satu ini sudah menjadi kebiasaan para pemain lokal. Bahkan sudah sejak bertahun-tahun yang lalu game di Indonesia dimasuki oleh cheat seperti pada game online Point Blank dan Lost Saga. Publisher dari game jika masuk ke Indonesia dipaksa harus bekerja keras untuk menjaga keamanan akan program ilegal.

2. Bad word

Haduh. Kalau ini sih kayanya parah banget ya. Sampai sekarang masih saja banyak dijumpai player yang bad word atau berkata sesuatu yang kasar, kotor, dan gak layak untuk dikatakan. Bahkan mungkin semakin lama semakin banyak juga yang kaya gini. Seharusnya sebagai manusia kita harus sopan dalam hal apapun, termasuk di dalam game. Kalau gini terus malu-maluin banget deh jika pemain dari negara lain tahu.

3. Egois

Egois lebih seperti kekanak-kanakan. Yang kaya gini biasanya lebih sering terjadi di game online yang berbasis tim. Seharusnya satu sama lain bekerja sama dalam satu tim untuk mencapai kemenangan, akan tetapi kebanyakan gamers di Indonesia malah mementingkan diri sendiri. Misalnya saja pada permaian MOBA berebut hero dengan role MM agar bisa mendapat kil banyak tanpa mementingkan permainan tim.

Baca juga : Gamers Harus Baca! 5 Istilah Paling Terpopuler Dalam Game Online

4. Main ngawur

Dalam permainan biasanya kita dituntut untuk berfikir, mengenal strategi, dan kerja sama. Akan tetapi tak jarang saat ini ditemui gamers yang mainya asal-asalan. Biasanya yang seperti ini adalah mereka yang masih dibawah umur. Sangat merugikan banget nih pokoknya buat teman se-tim.

5. Jasa joki

Jasa joki biasanya berkeliaran didalam game secara langsung dan media sosial. Mereka menawarkan jasa untuk para player yang kesulitan melakukan sesuatu di dalam sebuah game, misalnya saja seperti menaikan level, pangkat, loot, dan lain sebagainya. Biasanya para joki game online ini sangat ramai diserbu para pemain yang kesadarnya kurang karena sebenarnya hal kaya gini malah bikin gamers sulit berkembang.

6. Jual beli ilegal

Perbuatan yang satu ini sangat tidak patut untuk dicontoh. Yap, yang namanya ilegal sudah pasti dilarang, termasuk juga dengan hal yang berkaitan dengan games. Jual beli yang dimaksud contohnya adalah game bajakan, koin, item, saldo, atau apapun itu yang ada di dalam game dan dapat dibeli dengan ilegal. Biasanya seller yang jualan item ilegal ini menggunakan kecurangan dalam membeli item. Haduuuh, lebih ke pencurian lah pokoknya.

7. Tidak mengerti waktu

Game memang hiburan, tapi alangkah baiknya sebagai seorang player juga mengerti kapan harus bermain kapan tidak. Sering kali dijumpai masalah-masalah yang terjadi karena game. Misalnya saja orang tua yang menghukum anaknya karena tidak kenal waktu bermain game. Selain masalah eksternal juga ada masalah in game atau secara langsung di dalam game misalnya dalam permainan yang berbasis tim, ketika ada salah satu yang meningalkan permainan karena urusan lain tentu saja teman satu tim lainya akan sangat dirugikan. Inilah yang sering banget terjadi di game online.


Dari ketujuh poin diatas kesimpulanya yaitu jika memang nama Gamers Indonesia lebih dikenal atau maju sebaiknya menjaga sikap, mengerti kondisi, dan sabar dalam bermain. Jangan sampai permainan yang sebelumnya ditujukan untuk mengasah keterampilan, kerja sama, dan persatuan malah menjadikan masalah yang besar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel