Istilah Dalam Puisi Beserta Penjelasan Lengkap

Istilah Dalam Puisi Beserta Penjelasan – Puisi adalah suatu karya sastra, dimana penulisnya bisa menyampaikan perasaan, suatu nasihat atau pesan sesuai apa yang dialaminya secara langsung maupun peristiwa yang sedang terjadi. Penulis puisi disebut penyair.

Puisi bukan hanya sekedar tulisan, tapi juga bisa diuangkapkan secara deklamasi. Gaya penulisan sebuah puisi itu berkualitas, estetis dan mempunyai makna.

Sehingga, bagi orang awam terkadang puisi sulit dimengerti maknanya. Puisi terdiri dari beberapa jenis yang dibedakan berdasarkan jumlah bait, bunyi sajak dan lainnya.

Sebelum membahas tentang jenis-jenis puisi, alangkah baiknya jika kita belajar dulu tentang istilah dalam puisi beserta penjelasan lengkapnya!

Baca juga: Contoh Puisi yang Berkaitan dengan Cita-Cita dan Maknanya

Kumpulan istilah pada Puisi yang sering digunakan beserta artinya

Puisi Beserta Penjelasan

Di bawah ini merupakan kumpulan istilah pada puisi yang perlu anda ketahui agar lebih nyaman saat mempelajari puisi. Inilah penjelasannya:

Sajak

Pertama, adalah istilah sajak. Sajak adalah persamaan bunyi yang umumnya terdapat di awal, tengah atau akhir kalimat atau baris puisi.

Sajak ini bagian terpenting dalam puisi dan bisa membuat kita menentukan jenis puisi tersebut.

Walaupun sekarang ini sajak sudah tidak diwajibkan untuk membuat puisi modern, tapi pengaruhnya cukup besar pada rasa puisi tersebut.

Bait

Bait merupakan gabungan dari beberapa kalimat atau baris. Satu bait bisa terdiri dari 4 baris atau kalimat, tapi bisa saja lebih. Tergantung jenis puisi yang dibuat.

Asonansi

Berikutnya adalah asonansi yang merupakan pengulangan suara vokal. Itu bertujuan untuk membuat rima internal dalam kalimat atau sebagai salah satu blok bangunan sajak.

Analogi

Pengertian analogi adalah persamaan antara dua kata, dimana kata itu nantinya menjadi dasar terbentuknya kata lain. Atau kata pertama berkaitan erat dengan analoginya.

Misalnya, gergaji=kayu, sendok=makan dan lain sebagainya.

Balada

Kata berikutnya adalah Balada. Balada merupakan sajak sederhana yang dibawakan dengan lagu atau dialog. Isi dari balada berupa kisah-kisah masa lalu yang menyedihkan seperti legenda dan cerita rakyat yang mana dirangkai dalam sebuah puisi.

Alusi

Pada puisi modern, pasti ada istilah Alusi yang dikenal juga dengan majas perbandingan yang sebenarnya menyasar pada suatu objek secara tidak langsung.

Alusi pun disebut dengan penghubung antara peristiwa masa lalu dengan peristiwa sekarang. Jadi, alusi ini membanding-bandingkan, tapi dibuat dalam sajak yang indah.

Sebagai contoh, kisah anak-anak perempuan itu bak kisah bawang merah dan bawah putih.

Baca juga: Kumpulan Puisi Pendek Tentang Cinta yang Romantis untuk Orang Terdekat

Metafora

Kata metafora, pasti tidak asing terdengar di telinga anda. Matafora adalah sebuah puisi yang menggunakan kata atau kalimat dengan tidak menampilkan arti sebenarnya.

Namun, hanya sebuah gambaran, perbandingan atau persamaan secara singkat dan enak didengar.

Contohnya, buah hati, cinderamata, tulang punggung.

Sinonim dan antonim

Tentunya anda tahu tentang antonim dan sinonim. Antonim adalah lawan kata. Contoh seperti tinggi-pendek, besar-kecil dan lainnya. Sedangkan sinonim merupakan persamaan kata, sebagai contoh, pandai-pintar, senang-bahagia dan sebagainya.

Asindeton

Dalam sastra puisi terdapat kata asindeton. Asindeton merupakan gaya bahasa yang berupa acuan, sifatnya padat dan mampat dengan beberapa frasa, kata atau klausa yang sederajat serta tanpa kata penghubung.

Anafora

Kata anafora ini termasuk yang jarang disebutkan dalam istilah puisi. Tapi kata ini adalah salah satu istilah yang perlu anda ketahui.

Anafora sebenarnya salah satu bagian terpenting pada puisi. Pengertian anafora yakni pengulangan kata pada awal kalimat, lalu diulang di bagian tengah atau akhir kalimat pada satu bait. Misalnya, walau hujan, walau becek, walau basah, aku tetap sekolah.

Antotesis

Antitesis adalah sebutan bagi kata yang berlawanan atau bertolak belakang atau bertentangan. Tapi, antara kata pertama dengan yang berikutnya mempunyai makna sejajar dan berimbang. Contohnya, pendek atau tinggi!

Simile

Arti dari simile adalah kata perbandingan yang menyamakan objek yang sedang dibahas dengan objek lainnya yang mempunyai kesamaan tapi beda istilah. Misal, pipinya merah merona bagaikan delima yang merekah.

Pipi diumpamakan sebagai buah delima yang sedah mekar. Kedua objek itu sama-sama mempunyai makna serupa karena berwarna merah dan layak dijadikan perumpamaan.

Aliterasi

Kalau aliterasi adalah salah satu majas di Bahasa Indonesia yang dikenal sebagai pengulangan huruf mati dari beberapa suku kata yang berturut-turut. Umumnya, terletak di suku kata awal pada setiap kata.

Epitet

Epitet merupakan kata sifat, kata benda atau frasa yang digunakan sebagai kata ganti sifat, sikap, status atau kebiasaan seseorang. Biasanya, epithet dipakai untuk menyindir, menghina atau mengejek seseorang atau benda.

Contoh, gelang berlian kecil ini milik saya saat kecil.

Stanza

Pengertian stanza adalah kumpulan larik sajak yang setiap baitnya terdiri dari beberapa kalimat yang jumlah katanya ditentukan oleh jumlah sajak. Stanza sering disebut oktaf, persajakannya tidak berurutan.

Ambiguitas

Ambiguitas atau ambiguiti yang berupa kalimat, kata dan frasa dengan banyak penafsiran, sehingga tidak mempunyai satu arti tapi lebih yang ada dalam puisi.

Baca juga:  Kumpulan Puisi Guru Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Madrigal

Sedangkan madrigral adalah sajak cinta pendek yang berisi pemikiran sederhana, bernas dan padat.

Imaji

Kalau Imaji adalah sebuah puisi yang berisi kata-kata atau kalimat yang mengungkapkan tentang pengalaman indrawi seperti pendengaran, penglihatan atau perabaan.

Kata konkret

Selanjutnya, ada istilah kata konkret yang merupakan kata yang dapat ditangkap oleh indera dan menyebabkan munculnya imaji. Gaya bahasnya bertujuan untuk menghidupkan efek dan konotasi tertentu.

Rasa

Sudah tak asing lagi dengan istilah rasa dalam sebuah puisi. Karena tanpa rasa, puisi tidak akan terbentuk. Rasa adalah sikap atau perilaku penyair yang berhubungan dengan tema atau setiap kalimat pada puisi yang dituliskan.

Nada

Terakhir adalah nada. Pengertian nada yakni sikap penyair pada pembaca ketika membawakan puisi. Bisa saja mendikte, terkesan, sombong, menggurui bahkan merendahkan para pembaca yang sesuai tema puisi.

Bagikan artikel ini

Tinggalkan komentar