7 Tips Memilih Jurusan Kuliah yang Wajib Kamu Ketahui

Tips Memilih Jurusan Kuliah – Seperti yang kebanyakan orang ketahui, kuliah menjadi salah satu cara memperoleh ilmu setelah lulus dari sekolah menengah, entah itu SMA ataupun SMK. Kuliah identik dengan beberapa hal termasuk perguruan tinggi, jurusan, dan gelar.

Beberapa hal tersebut yang membuat orang antusias untuk mencari ilmu di lembaga formal. Karena sebagian besar orang berfikir bahwa ijazah itu penting serta banyak ilmu yang belum ada di luar dan bisa kita dapatkan hanya dengan kuliah.

Tetapi, sebenarnya banyak juga ilmu-ilmu saat kuliah yang sebenarnya tidak terlalu kita gunakan saat bekerja atau mencapai cita-cita yang kita inginkan, sedangkan sebaliknya di luar kuliah banyak ilmu yang bisa kita dapatkan dan menunjang kita dalam karir.

Dalam hal ini menyebabkan banyak pelajar harus berfikir kembali untuk kuliah. Selain itu beberapa tahun belakangan pengangguran lulusan perguruan tinggi juga meningkat jumlahnya.

Beberapa  penyebabnya yaitu kemampuan lulusan yang kurang memadai, kapasitas lapangan pekerjaan yang terbatas sedangkan jumlah lulusan terlalu banyak, dan tuntutan gaji yang terlalu tinggi.

Oleh sebab itu pada artikel ini juga saya akan memberikan sedikit tips kuliah saat memilih jurusan. Kenapa? karena akan sangat rugi jika kamu salah memilih jurusan. Mungkin untuk sekarang belum terasa, tetapi kedepannya?

Baca juga: 5 Pekerjaan yang Cocok untuk Anak Kuliah dan Bisa Dilakukan Secara Online

Apa akibat jika tidak hati-hati saat memilih jurusan?

Ada banyak alasan kenapa harus pintar dalam memilih jurusan saat kuliah, beberapa di antaranya akan saya sebutkan di bawah.

1. Malas-malasan

Tahu nggak sih kalau sebenarnya banyak mahasiswa yang merasa kuliah itu berat? padahal semua ini juga tergantung pribadinya masing-masing. Kebanyakan hanya malas dan menunda tugas yang akhirnya membuat kuliah ini terlihat berat.

Setelah ditelusuri apa sebabnya, ternyata banyak yang merasa bahwa mereka salah memilih jurusan. Entah itu karena dulu saat memilih asal-asalan atau biar kelihatan keren akhirnya menyesal saat menjalinya.

2. Jadi pengangguran

Poin yang kedua ini ngeri banget deh kayanya. Karena siapa sih yang setelah kuliah ga pengen dapat pekerjaan? pastinya semua pengen. Tapi sayangnya masih banyak lulusan diploma dan sarjana yang menganggur.

Apa sebabnya? karena kemampuan mereka kurang dibutuhkan di dunia industri. Itulah kenapa penting banget untuk siapapun berhati-hati dalam memilih jurusan kuliah.

Dalam hal ini menyebabkan banyak pelajar harus berfikir kembali untuk kuliah

Baca juga: 7 Manfaat Membuat Skripsi bagi Mahasiswa yang Sedang Kuliah

Tips memilih jurusan saat kuliah

Kuliah

Ada enam tips dari saya yang akan saya jabarkan di artikel ini. Silahkan di simak satu persatu agar tidak ada yang ketinggalan.

1. Tentukan profesi apa yang kamu inginkan

Prioritas ketika memilih jurusan bagi saya yaitu menetukan goasl atau cita-cita apa yang ingin kita capai. Karena dengan menentukan cita-cita, kita dapat mengerti jalan seperti apa yang harusnya kita ambil.

Maka dari itu, sebelum kamu memilih jurusan tentukan dulu apa cita-citamu. Misalkan ingin jadi dokter, maka ambil saja jurusan apa yang cocok untuk bisa mendapatkan profesi tersebut. Dengan begitu kamu akan lebih mudah dalam menentukan.

Kalau kamu masih belum menemukan cita-cita maka silahkan mencoba berbagai hal dengan segera, atau mungkin dengan membaca buku dan menonton video yang menambah wawasanmu agar bisa dengan segera menemukan tujuan dalam karir.

Tips dari saya tentukan sedini mungkin. Karena waktu berjalan dengan cepat, dan ketika kamu mengambil keputusan secara reflek tanpa pertimbangan ini akibatnya bisa sangat fatal.

Terutama untuk kuliah, karena ini bukan hanya ajang permainan. Melainkan pendidikan formal yang mungkin akan mengorbankan waktu, uang, dan pikiran.

2. Sesuai passion

Satu hal yang menurut saya penting yaitu menjalani dengan hati. Jika kamu memilih jurusan sesuai keinginan kamu atau kamu merasa senang dengan apa yang akan dipelajari pasti akan sangat menyenangkan dan kesuksesan juga semakin mudah diraih.

Tapi sayangnya banyak orang yang memilih jurusan hanya karena ikut-ikutan teman, prospek kerja yang katanya mudah didapat, dan juga paksaan dari orang tua.

Hal tersebut sebenarnya kurang bagus untuk orang yang ingin sukses kedepannya. Karena sebaiknya saat memilih jurusan cari dahulu apa hal yang kamu sukai dan bisa menghasilkan. Setelah itu baru tetapkan jurusan apa yang akan kamu ambil.

Dengan begitu kamu akan lebih nyaman dalam menjalani masa perkuliahan bahkan hingga mencapai pekerjaan yang kamu inginkan. Sehingga kamu tidak mudah menyerah sebab apa yang sedang kamu perjuangkan memang tidak terasa sebagai beban, tetapi jurstu kesenangan.

3. Berani keluar dari zona nyaman

Setelah di atas saya mengatakan sesuai passion, maka di poin nomor tiga ini saya malah mengajak anda keluar dari zona nyaman. Mungkin cukup membingungkan ketika tadi bicara soal menyenangkan sekarang malah sebaliknya.

Jadi begini, ada dua hal yang saya maksudnya untuk keluar dari zona nyaman. Yang pertama karena apa yang kamu senagi itu kurang positif atau tidak bisa menghasilkan, maka mau tidak mau kamu harus belajar hal lain yang lebih memberikan benefit.

Kedua, keluar dari zona nyaman bukan karena banting stir terjun ke bidang lain yang anda tidak sukai, tetapi lebih ke kerja keras dalam bidang tersebut.

Berbeda dari yang sebelumnya kamu lakukan, tetapi harus bisa menghasilkan yang lebih dari yang kamu lakukan sebelumnya walaupun di bidang yang sama. Ingat! kalau kamu ingin mendapatkan lebih dari yang sebelumnya, maka bekerjalah lebih baik dari sebelumnya.

Lalu apa kaitanya dalam memilih jurusan? simpel saja, ketika anda belum menemukan passion silahkan cari, sedangkan jika sudah menemukan tetapi tidak menghasilkan silahkan ganti dan biasakan. Jika sudah ketemu, silahkan lebih giat lagi. Jika sudah yakin baru ambil jurusan yang sesuai.

4. Mengetahui resiko memilih suatu jurusan

Banyak mahasiswa yang tidak betah dengan jurusannya karena mereka merasa tidak sesuai dengan apa yang dibayangkan sebelumnya. Bisa jadi juga karena terkejut dengan beberapa hal yang tidak diduga.

Hal ini disebabkan karena mereka hanya melihat sebuah jurusan melalui satu sisi saja, yaitu “enaknya“. Sampai melupakan berbagai resiko yang ada di belakangnya. Oleh sebab itu ketika memilih jurusan jangan menggunakan prinsip gengsi dan hura-hura ya!.

Bandingkan terlebih dahulu beberapa jurusan yang akan kamu pilih, evaluasi satu persatu, barulah tentukan mana yang terbaik.

5. Prospek kerja

Setiap jurusan pastinya tidak mungkin dapat meningkatkan kemampuan di semua bidang, oleh karena itu dengan memilih jurusan juga berarti memilih cita-cita. Hampir sama dengan poin-poin sebelumnya, bahwa yang paling penting yaitu apa tujuanmu untuk kuliah.

Selain itu prospek kerja masing-masing jurusan jelas berbeda, kecuali kalau kamu punya kemampuan lebih di bidang yang lainnya. Dengan begitu cara paling tepat untuk memilih jurusan agar tidak salah jurusan yaitu dengan mempertimbangkan prospek kerjanya.

Jika kamu ingin masuk jurusan A, maka pertimbangkan dulu bagaimana setelah lulus, apakah kamu ingin bekerja untuk perusahaan,negara, atau buka usaha?. Jika sudah lihat juga seberapa mungkin besar penghasilanmu kedepannya jika kamu memilih pekerjaan tersebut.

Mungkin hampir semua pekerjaan sifatnya relatif sih untuk gaji, tapi jangan sampai nanti salah memilih. Karena finansial inilah penting, terutama untuk memenuhi kebutuhan hidupmu sudah cukup.

Selain itu, jika kamu bisa mendepatkan pekerjaan di bidang yang kamu inginkan, suka, dan kuasai, bukankah itu menyenangkan?.

6. Memperkirakan budget

Jika kamu adalah orang kaya, atau orang tuamu konglomerat boleh sih untuk mengabaikan poin nomor enam ini. Tetapi, jika tidak ada baiknya perhatikan masalah budget yang satu ini. Daripada nanti kedepannya macet di tengah jalan atau akhir semester karena mendapat masalah finansial.

Setiap jurusan membutuhkan biaya kuliah yang berbeda-beda. Itu pasti, kalaupun ada mungkin juga mirip. Misalnya jurusan sastra dan DKV, itu sudah pasti akan lebih mahal DKV, belum lagi nanti kebutuhan untuk tugas dan lain-lain.

Hal tersebut wajib kamu pertimbangkan juga, kecuali kamu siap menerima resiko, mau bekerja keras, ataupun mengukir prestasi guna mendapat beasiswa. Karena banyak sekali kasus yang demikian sehingga menganggu jalannya masa perkuliahan.

Tetapi yang perlu kamu perhatikan juga, biaya kuliah ini tidak hanya tergantung kepada prodi apa yang kamu ambil, melainkan juga perguruan tinggi masing-masing, akreditasi, dan untuk tugas juga tergantung setiap dosen.

7. Belajar dari pengalaman orang lain

Memang sih setiap orang itu punya jalannya masing-masing, tetapi untuk mencapai kesuksesan maka kamu harus belajar dari orang yang lebih sukses. Untuk kuliah ya minimal belajar dari para senior lah.

Sekarang ini sudah sangat mudah loh untuk mencari tahu pengalaman orang-orang yang sudah terlebih dahulu kuliah, mungkin kamu bisa menemukannya di Youtube, Facebook, Komunitas, Line, ataupun orang dekat yang ada di sekelilingmu.

Silahkan cari tahu info mengenai berbagai jurusan yang mungkin akan kamu pilih dan bagaimana pengalaman mereka. Dengan begini kamu akan lebih tahu lebih dalam mengenai jurusan tersebut sehingga gak akan ada yang namanya menyesal karena salah memilih jurusan.

Nah, kalau sudah terlanjut gimana dong? simak aja nih tips tambahan sebagai bonus di bawah ini.

Apa yang harus kamu lakukan ketika merasa salah jurusan?

Yang jelas terdapat beberapa hal yang kamu lakukan ketika merasa salah jurusan. Saya akan berikan sedikit beserta penjelasannya sebagai berikut.

1. Tetap melanjutkan

Yap, karena ini mungkin memang sudah patut kamu perjuangkan, karena akan sangat berat kalau balik lagi ke semester satu dengan berpindah jurusan.

Apalagi kalau udah beberapa semester baru merasakan salah jurusan. Ditambah kalau jurusan yang sekarang kamu jalani adalah pilihanmu sendiri. Lakukan beberapa hal di bawah ini agar kamu terdorong untuk melanjutkan.

  • Mencari motivasi, bisa ke teman, keluarga, ataupun orang-orang yang berpengalaman.
  • Mengingat perjuanganmu di jurusan ini.
  • Waktu yang telah kamu habiskan, dan ketika pindah bakalan semakin tua.

2. Istirahat

Sebenarnya saya cukup berat untuk menulis ini di poin ke dua, karena memang beristirahat akan menyia-nyiakan waktumu. Tetapi ini bisa menjadi jalan yang lebih baik ketimbang harus putus kuliah dan berpindah jurusan. Saat istirahat kamu bisa melakukan kegiatan yang membuatmu lebih fresh seperti berikut.

  • Traveling (jalan-jalan).
  • Bekerja
  • Intropeksi

3. Berhenti

Ini menjadi piihan terakhir jika kamu merasa sudah sangat tidak nyaman dengan apa yang kamu jalani. Biasanya mahasiswa ketika tidak nyaman juga akan sulit mengikuti materi yang diberikan sehingga yang terjadi malah stuck dan ketinggalan.

Oleh karena itu segeralah ambil keputusan dan mungkin salah satunya berhenti dari jurusan tersebut. Setelah berhenti kamu bisa melakukan apa yang kamu inginkan misalnya…

  • Pindah jurusan, mengulang lagi kuliah di jurusan yang berbeda
  • Bekerja, karena di luar sana sebenarnya banyak pekerjaan yang tidak membutuhkan ijazah melainkan skill.

Kesimpulan

Kalau kamu termasuk orang yang bingung saat memilih jurusan kamu sebenarnya juga tidak perlu khawatir, karena yang merasakan hal ini bukan hanya kamu saja. Jadi yang harus kamu lakukan adalah mengatur strategi untuk kedepannya sebaik mungkin.

Tetapi ingat juga, jangan terlalu banyak berfikir karena waktu terus berjalan. Semoga dengan membaca artikel ini kamu bisa lebih mempertimbangkan diri kamu saat memilih jurusan.

Sehingga kedepannya kamu juga akan menjadi orang yang sukses dengan segera. Sekian dulu artikel dari saya mengenai tips memilih jurusan kali ini. Jika kamu merasa artikel ini bermanfaat bagikan ke yang lain ya!. Terima kasih.
Bagikan artikel ini

Tinggalkan komentar